::eventainment::

common people post

Wednesday, April 26, 2006

GuitarConcert



GUITAR CONCERT
Road To Bandung Jazz Festival
“Feel The Festival Atmoshere”
29 APRIL 2006, SASANA BUDAYA GANESA
prolog
sampai saat ini, masih banyak kalangan yang menilai Jazz sebagai sebuah genre musik yang dikhususkan untuk kalangan-kalangan tertentu, kalangan Borjuis. Sangat disayangakan memang jika kita memandang dan menilai Jazz sebagai sesuatu yang hanya ditujukan untuk kalangan borjuis saja. Selain itu, Jazz selalu distereotipkan sebagai musik yang rumit, menjemukan, atau sulit dicerna. Mari kita melihat kembali sejarah dimana musik Jazz lahir dan tumbuh pada zaman-zaman dahulu. Jika kita ketahui, Jazz terlahir dari kalangan kulit hitam yang terdikriminasi oleh kelas-kelas dominan. Walaupun pada awalnya, pada zaman swing, Jazz lebih disajikan untuk acara dansa kaum-kaum borjuis. Bisa jadi ini menjadi salah satu faktor dari khalayak dalam menilai secara sekilas musik Jazz menjadi bagian dari musik yang menjemukan, sehingga Jazz menjadi sebuah bagian minoritas di Indonesia.
Lalu, pada akhirnya perkembangan Jazz mulai dikuatkan dengan merambahnya genre musik tersebut di pelosok-pelosok New York, Chicago, dan New Orleans. Dari sinilah musik Jazz berkembang dan menjadi semacam gaya hidup masyarakat sekitar. Dari klab-klab kecil di sekitar di sini pula Jazz mulai menguatkan identitas dan karakter yang diusung oleh Jazz itu sendiri. Chico Hindarto, Pengamat musik jazz/Produser Chico & Ira Productions, dalam sebuah tulisannya yang berjudul Demokrasi Dalam Musik Jazz mengatakan sekaligus mempertanyakan; ”Musik jazz bukan musiknya kaum ekonomi atas, tetapi lebih tepat dikatakan musiknya kaum intelektual tinggi. Perlu digaris bawahi, kaum intelektual tinggi tidak sebentuk dan sebangun dengan kaum ekonomi atas. Bukannya banyak kaum intelektual yang hidup di garis ekonomi pas-pasan?”
Bukan itu saja, Chico juga menulis, ”Fenomena lain dari musik jazz adalah keterbukaannya dengan jenis musik lain. tidak ada kata haram untuk memadukan musik jazz dengan jenis musik lain. Contoh yang nyata adalah di awal tahun 1960an ketika jazz dengan mudahnya berpadu dengan musik bossanova (samba) asal Brazil. Atau, ketika musik Art Rock sedang menjamur di tahun 1970-an, jazz dengan luwesnya meramu jazz dan rock menjadi fusion. Rasa ingin tahu musisi jazz, relatif lebih besar dibandingkan dengan musisi dari jenis musik lain. Musik jazz dengan intens menggali musik yang mereka minati. Hal ini banyak terjadi dengan eksplorasi musik etnis, seperti etnis India, Afrika, Amerika Latin atau Asia Timur. Kemudahan musik jazz untuk berpadu dengan musik lain membuat musik jazz mengalami beberapa kali peremajaan yang membuat musik jazz tetap bertahan”.
Lalu, bagaimana dengan Jazz di Indonesia Sendiri?
Perkembangan Jazz di Indonesia belakangan ini dirasa cukup kuat meningkat. Apresiasi terhadap musik Jazz tumbuh dengan begitu pesatnya. Inisiatif untuk membuat event-event Jazz tercipta dari berbagai penggila Jazz, mau itu dalam skala besar pun kecil. Yang penting selama itu bisa dinikmati bersama tak menjadi kendala besar atau kecil atas apa yang diciptakan. Ini terbukti dengan event-event yang digelar para pecinta Jazz untuk mensosialisasikan musik tersebut. Dari mulai event yang diadakan tiap klab-klab Jazz yang berada di hampir tiap kota di Indonesia sampai dengan festival-festival Jazz yang mengambil ruang terbuka dalam penyajiannya.
Seiring dengan perkembangan dalam apresiasi dalam mensosialisasikan Jazz kepada para khalayaknya, maka dari itu, Republic of Entertainment mengadakan suatu program yang dinamakan BANDUNG JAZZ FESTIVAL 2006. Adapun dari program tersebut akan digelar secara periodik dan variatif menuju pada main program itu sendiri BANDUNG JAZZ FESTIVAL 2006.
Dari beberapa program yang telah tersusun tersebut, Republic of Entertainment akan mengawalinya dengan sebuah sajian bernama GUITAR CONCERT –Feel The Festival Atmoshere. Yang akan digelar dalam waktu dekat ini, yaitu pada tanggal 29 April 2006, bertempat di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung. Gelaran tersebut akan dimulai dari pukul 11.00 – 23.00 wib.
Bukan hanya sajian permainan cantik berdawai yang akan kita saksikan di sini. Beragam acara penunjang GUITAR CONCERT akan turut mengisi gelaran yang akan diselenggarakan tersebut. Salah satunya adalah interactive workshop yang dipandu langsung oleh talent yang mengisi GUITAR CONCERT.
Let’s Feel The The Festival Atmoshere!
Adapun rincian gelaran yang akan diadakan terangkum sebagai berikut;
Rincian GUITAR CONCERT 2006
WAKTU & TEMPAT KEGIATAN
Hari & Tanggal : Sabtu, 29 April 2006-04-21
Waktu : 11.00 – 23.00 wib
Tempat : Sasana Budaya Ganesa, SABUGA, Jl. Tamansari #73
BENTUK KEGIATAN
Guitar Concert – Workshop & Clinique – Bazzar – Photo Expo – Refresh - Artizan
PENGISI ACARA
Guitar Concert
GUITAR TRIO (19.00–20.00 wib)
- AGAM HAMZAH, DONI SUHENDRA, KADEK RAHARDIKA
HARP (20.00-21.00 wib)
- MAYA HASAN & FRIEND
BALI GUITAR QUARTET (21.00-22.00 wib)
- RIWIN, KOKO, RICKO, MONOZ
GUITAR HARP (22.00-23.00 wib)
- IWAN HASAN TRIO feat. ANDIEN
Workshop & Clinique
Guitar Clinique by Riwin ( 11.00-17.00 wib)
Harp Clinique by Maya Hasan (11.00-11.30 wib)
Guitar Harp By Iwan Hasan (12.00-12.30 wib)
Guitar Clinique by Doni Suhendra (13.00-13.30 wib)
Photo Expo
Jazz Break Photo Expo (11.00-23.00 wib)
Concert Photo Contest (11.00-23.00 wib)
Artizan
ART CORNER (11.00-23.00 wib)
Skecth
Ceramic Corner
Music Maker
Refresh
Tea Corner & Authentic F ’n B
===========================================
Informasi;
022 603 8456
022 7024 0774

=============================================

Thursday, April 20, 2006

Guitar Concert

::Feel the festival Atmosphere ::

Guitar Trio

: Agam Hamzah - Donny Suhendra - Kadek Rahardika :

Guitar Harp
:Iwan Hasan feat. Andien:

Bali Guitar Quartet
:Riwin-Eko-Riko-Monoz:

Harp
:Maya Hasan & Soulmates:

feel the experience of :
Guitar Clinique with Guitartainment Bandung,
Workshop and many more

start from 11 am till 11 pm @ sasana budaya ganesa

:: Be There or Be Square ::

info : 022 6038 456